Rabu, 23 April 2014

KEWIRAUSAHAAN



Pada Hakikatnya sikap pantang menyerah dan ulet merupakan perjuangan wirausahawan yang tangguh, penuh semangat, tidak putus asa, kuat kerja keras dan tidak menyerah. Seorang wirausaha mempunyai cita-cita tinggi untuk sukses didalam mengelolah kegiatan usahanya/ bisnisnya, cita-cita wirausahawan yang sangat tinggi untuk sukses didalam mengelola kegiatan usaha/ bisnisnya akan menjadi pendorong dan daya tahan dalam menghadapi segala rintangan, hambatan, cobaan dan kendala dalam berwirausaha. Parawirausahawan harus berambisi ingin maju (ambitition drive) didalam melaksanakan kegiatan usaha bisnisnya. Akan tetapi, tentu saja sikap kerja pantang menyerah dan ulet dalam mengelola kegiatan usaha/ bisnisnya harus ditunjang oleh pengorbanan, perjuangan, semangat, dan kepercayaan pada diri parawirausahawan sendiri. Sikap kerja pantang menyerah dan ulet dalam berwirausaha pada hakikatnya merupakan sinar terang keberhasilan dalam menjalankan kehidupan usahanya baik untuk diri wirausaha, keluarganya maupun untuk masyarakat. Seorang wirausahawan yang memiliki sikap kerja pantang menyerah dan ulet didalam usahanya pada hakekatnya adalah orang yang tidak mengenal lelah didalam berwirausaha. Adapun faktor-faktor yang dapat mendukung sikap kerja pantang menyerah dan ulet dalam kegiatan usaha atau bisnis para wirausahawan yaitu :
• Bekerja dengan penuh keyakinan, penuh semangat, pantang menyerah dan ulet dalam berwirausaha.
• Bekerja dengan penuh ketekunan dan memiliki tekad yang terarah dalam berwirausaha
• Bekerja berdasarkan kemampuan, bakat, minat, pengalaman, pendidikan dan kesanggupandalam berwirausaha
• Bekerja penuh semangat, penuh kegairahan dan penuh ketabahan dalam berwirausaha.

Karakteristik wirausaha yang baik akan membawa kearah kebenaran dan keselamatan sikap kerja keras dan ulet, serta akan menaikkan derajat dan martabat wirausahawan. Karakteristik lainnya yang perlu dipahami dan dipelajari adalah adanya teknik mawasdiri, umpan balik, tanggapan, ilmu pengetahuan, keterampilan serta kerja keras dan ulet. Karakteristik wirausahawan yang baik didalam berwirausaha adalah perjuangan yang menunjukan sikap, ulet, pekerja keras, optimis dan enerjik di dalam mengelola kegiatan usahanya. Adapun karakteristik para wirausahawan yang baik dan perlu dikembangkan agar bisa menunjukkan sikap kerja pantang menyerah dan ulet yaitu sebagai berikut :

1.         Kerja keras, ulet, dan disiplin
2.         Mandiri dan realistis
3.         Prestatif dan komitmen tinggi
4.         Belajar dari pengalaman
5.         Berfikir positif dan bertanggung jawab
6.         Memperhitungkan resiko usaha
7.         Mencari jalan keluar dari setiap permasalahan
8.         Merencanakan sesuatu sebelum bertindak 
9.         Kreatif dan inovatif
10.     Kerja keras dalam sikap ulet

Dedikasi seorang wirausahawan yang bekerja keras dan menunjukan sikap kerja kerasdan ulet terhadap kegiatan usaha/ bisnisnya sangat tinggi bahkan kadang-kadang ia akan mengorbankan hubungan dengan keluarganya untuk sementara. Ia selalu memperhatikan kegiatannya semata-mata untuk kemauan dan keberhasilan kegiatan wirausahanya. Adapun jenis pekeraan yang dilakukannya, profesi apapun yang di hadapinya, para wirausahawan selalu mampu melihat ke depan dan berjuang untuk mencapai sukses dahulu karirnya. Kerja keras (capssity for hardwork) para wirausahawan adalah perjuangan yang menunjukan sikap kerja pantang menyerah dan ulet, kera keras, percaya diri, danoptimis. Menurut Murphy dan Peek (1980:8) guna mencapai sukses aku karier,seseorang harus memulai dengan kera pantang menyerah dan ulet, selain itu harusdiikuti dengan tekad yang kuat dalam mencapai tujuan pengelolaan kegiatanusahanya. Wirausahawan harus dapat bekerja sama dengan orang lain, berpenampilanbaik, tepat dalam membuat keputusan, memiliki dorongan ambisi dan pintarberkomunikasi. Perjuangan yang menunjukan sikap ulet adalah tidak boleh berpangkutangan dan mengharapkanrejeki hanya dengan berdoa saa tanpa bekerja dan berusaha. Seperti kita ketahui bahwa berdoa tanpa usaha kera keras dan pantang menyerah tidak ada gunanya didalam berwirausaha.Wirausahawan yang memiliki komitmen tinggi dan pantang menyerah di dalam berwirausaha, setidaknya harus memiliki 7 kekuatan yang dapat membangun kepribadian ,yaitu:
1.         keyakinan yang kuat untuk maju
2.         kemauan yang keras untuk maju
3.         pemikiran yang konstruktif dan kreatif 
4.         kesabaran dan ketabahan
5.         kejujuran dan tanggung jawab
Mengelola Konflik
Dalam berwirausaha dengan memotivasi sikap pantang menyerah dan ulet makamengetahui bagaimana konflik yang terjadi pada diri seorang wirausaha. Berikut ini akandijabarkan pengertian dari Konflik dan bagaimana mengelola konflik tersebut.Menurut luthans(1981) konflik adalah yamg ditimbulkan oleh adanya kekuatan yangsaling bertentangan. Kekuatan-kekuatan ini bersumber pada keinginan manusia. Istilah konflik sendiri diterjemahkan dalam beberapa istilah yaitu perbedaan pendapat, persaingandan permusuhan. Dengan adanya suatu perbedaan tidak selalu berarti perbedaan keinginan. Sumberdari konflik merupakan suatu adanya perbedaan keinginan, maka perbedaan pendapattidak selalu berati konflik. Dalam dunia usaha, persaingan sangat erat hubungannya dengankonflik karena dalam persaingan usaha terdapat banyak pihak yang menginginkan hal yangsama namun pada akhirnya, tidak semuanya dapat tercapai. Konflik tidak selalu harusdihindari, karena tidak selalu konflik itu membawa efek negatif. Berbagai konflik yangringan dan dapat dikendalikan (dikenal dan ditanggulangi) dapat berakibat positif bagimereka yang terlibat. Sebab-sebab terjadinya konflik dalam berwirausaha sangatlah beragam,diantaranya organisasi dalam berwirausaha, praktek hubungan manusia yang kurangseimbang, konflik batin perorangan.
Perbedaan antara konflik dan persaingan
ü  Persaingan: dimana salah satu pihak yang bertentangan mampu untuk menjaga dirinya dari gangguan pihak lain dalam pencapaian tujuan
ü  Konflik: dimana salah satu pihak yang bertentangan mengganggu pihak lain dalam mencapai tujuannya.
Contoh:
Jika dua siswa yang masing-masing ingin meraih juara kelas, dalam usaha mereka masing-masing tidak mengganggu pihak lain, merupakan persaingan. Tetapi jika dalam mencapai tujuan masing-masing siswa tersebut mengganggu pihak lain, misalnya mempermasalahkan cara pihak lain dalam mencapai tujuannya, maka akan timbul konflik.
Secara sederhana konflik terjadi karena:
a. kegagalan komunikasi karena proses komunikasi tidak berlangsung secara baik
b. pesan sulit dipahami karena perbedaan pengetahuan
c. perbedaan pola pikir
d. perbedaan kepentingan
e. nilai-nilai yang diyakini setiap pihak
f. prosedur yang tidak jelas
Perubahan pandangan tentang konflik
No
Pandangan lama
Pandangan Baru
1.
Konflik dapat dihindarkan
Konflik tidak dapat dihindarkan
2.
Konflik disebabkan oleh kesalahan-kesalahan manajemen dalam perancangan dan pengelolaan
Konflik timbul karena banyak sebab, termasuk struktur organisasi, perbedaan tujuan yang tidak dapat dihindarkan, perbedaan dalam

Peran konflik dalam suatu usaha
a.         Berperan benar (functional)
Konflik mempunyai potensi untuk pengembangan
b.         Berperan salah (disfunctional)
Konflik menjadi pengganggu pelaksanaan kegiatan organisasi
1.         Melakukan Usaha dengan Selalu Mencari Sesuatu yang Baru
a.         Kreatif
Sifat Kreatif yaitu mempunyai kemampuan untuk menciptakan, mampu menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun kenyataannya yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Tipe-tipe Kreatif :
v  Menciptakan dan membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada
v  Mengombinasikan / mensintesiskan, dua ha; atau lebih yang sebelumnya  tidak saling berhubungan menjadi berhubungan
v  Memodifikasikan sesuatu yang memang sudah ada, berupaya mencari cara-cara untuk membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan sesuatu menjadi berbeda penggunaannya dengan orang lain.

b.         Inovasi
Inovasi merupakan suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan atau ide-ide yang dapat di jual dan bukan selalu berupa ide-ide yang sangat rumit, tetapi kadang-kadang inovasi berasal dari ide-ide baru yang sepele dan sejenis saja, asal merupakan yang baru dan harus lebih baik dari yang telah ada.


Jenis-jenis inovasi:
v  Penemuan (invensi): produk / jasa / proses yang benar-benar baru, ex: wright bersaudara (pesawat terbang), alexander graham bell ( pesawat telepon)
v  Pengembangan (ekstensi): pemanfaatan / penerapan lain pada produk, jasa, proses yang ada, ex: raynoc : mc. Donald
v  Penggandaan (duplikasi): refleksi kreatif atau konsep yang telah ada, ex: walmart: department store
v  Pemaduan (sintesis): kombinasi atas konsep-konsep dan faktor-faktor yang telah ada di dalam penggunaan / formulasi baru

Menyusun Visi dan Misi Usaha

A.       Menyusun visi, misi perusahaan
1.         Pengertian Visi:
a.         Gambaran masa depan perusahaan yang akan dipilih dan diwujudkan pada suatu saat yang ditentukan.
b.         Cita-cita masa depan perusahaan yang akan melakukan usaha tersebut
c.         Suatu kondisi ideal masa depan yang realistis, dapat dipercaya, meyaklinkan, serta mengandung daya tarik.
Tujuan merumuskan visi:
a. Mencerminkan apa yang ingin dan akan dicapai oleh organisasi perusahaan.
b. Memberikan arah dan fokus strategi perusahaan yang jelas
c. Menimbulkan komitmen bagi seluruh jajaran dalam lingkungan perusahaan

2. Pengertian misi:
a. maksud khas atau unik dan mendasar yang membedakan perusahaan dengan perusahaan lain serta mengidentifikasikan ruang lingkup kegiatan usaha / perusahaan yang bersangkutan.
b. Tindakan untuk mewujudkan visi perusahaan.
c. Menjelaskan mengapa perusahaan harus ada, apa yang dilakukan, dan bagaimana cara melakukan.
 Tujuan pembentukan misi perusahaan:
a. menentukan kebutuhan suara dan tekad para pendiri dari maksud pendirian perusahaan
b. memberikan suatu arah umum bagi para pengelola perusahaan
c. memberikan dasar untuk mendorong penggunaan dan alokasi sumber daya perusahaan
B.       Perencanaan Usaha
Pengertian: fungsi manajemen yang berhubungan dengan pemilihan visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, prosedur, aturan, program dan anggaran
Sifat perencanaan usaha
a. Fokus: dibuat berdasarkan visi, misi tertentu, serta tujuan yang jelas
b. Rasional dan faktual:perencanaan usaha dibuat berdasarkan pemikiran yang masuk akal, realistik, berorientasi masa depan serta didukung dengan fakta-fakta yang ada
c. Berkesinambungan dan estimasi: perencanaan usaha dibuat dan dipersiapkan untuk tindakan yang berkelanjutan serta pemikiran-pemikiran tentang kondisi masa datang
d. Preparasi dan fleksibel: perencanaan usaha yang dibuat sebagai persiapan, yaitu pedoman untuk tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan yang disesuaikan dengan lingkungan bisnis yang dihadapi
e. Operasional:perencanaan usaha dibuat sederhana mungkin, rinci serta dapat dilaksanakan

Kegiatan-kegiatan dalam menyusun rencana kegiatan perusahaan
Merupakan mengatur tentang proses kegiatan usaha, perluasan usaha, keuangan usaha, produksi, pemasaran produk, penjualan produk, tenaga kerja, peralatan, dsb.
Ada 2 rencana kegiatan yang disusun:
a. aspek-aspek bisnis: memonitor dan merevisi anggaran, memanajemeni arus produksi, memasarkan produksi barang dan jasa.
b. kegiatan bisnis: mengadakan kontak dengan para bankir, akuntan, pengacara, dan orang-orang yang membantu dalam aspek-aspek finansial dan hukum.

Keuntungan dari prinsip-prinsip penyusunan rencana kegiatan
a. memberikan pedoman untuk mengadakan pengawasan dalam perusahaan
b. melaksanakan kegiatan secara teratur dan produktif
c. memberikan gambaran yang jelas dan lengkap mengenai seluruh kegiatan perusahaan
d. memberikan gambaran yang jelas sehingga pekerjaannya menjadi produktif
e. menggunakan fasilitas-fasilitas dan alat-alat secara efektif dan efisien
f. menyediakan alat evaluasi untuk menentukan keberhasilan usaha


Aspek-aspek yang berhubungan dengan prinsip-prinsip dalam menyusun rencana kegiatan perusahaan:
a. keuntungan perusahaan
b. proses produksi perusahaan
c. keuangan perusahaaan
d. lokasi usaha perusahaan
e. pemasaran dan penjualan produk perusahaan

Proses perencanaan usaha
Proses perencanaan usaha


Keterangan:

a.         Langkah 1: mengidentifikasi peluang usaha
Pada umumnya suatu produk berpotensi untuk laku dijual dan menguntungkan apabila penawaran untuk produk tersebut masih kecil dari permintaannya. Peluang usaha muncul ketika permintaan pasar lebih besar dari penawarannya. Jadi, peluang usaha didirikan oleh masih adanya permintaan pasar untuk produk tersebut

b.         Langkah 2: menentukan jenis usaha yang akan dilakukan
Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan:
1) Jumlah modal dan sumber modal yang diperoleh
2) Ketersediaan bahan baku secara kualitas, kuantitas, maupun kontinuitasnya
3) Ketersediaan tenaga kerja yagn diperlukan
4) Prospek pemasaran produk yang dihasilkan
5) Cara-cara pendistribusian
6) Daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan
7) Selera konsumen

c.         Langkah 3:melakukan studi kelayakan usaha
1) Aspek pasar dan pemasaran
Jenis usaha dianggap layak bila memiliki peluang pasar yang relatif tinggi yang ditunjukkan oleh jumlah permintaan
2) Aspek produksi
Jenis usaha dianggap layak bila lokasi usaha yang strategis, tersedianya fasilitas dan peralatan produksi yang memadai, tersedianya pasokan bahan baku yang terus menerus, dan tersedianya tenaga kerja yang dibutuhkan
3) Aspek finansial
Jenis usaha dianggap layak bila jenis usaha tersebut mampu memberikan laba usaha yang memadai kepada investor dan atau kepada penguusaha yang menjalankan usaha tersebut
4) Aspek organisasi dan manajemen
Berkenaan dengan struktur kepemilikan usaha, struktur organisasi, serta tim manajemen yang mengelola jenis usaha yang direncanakan

d. Langkah 4:membuat proposal usaha
1) Pengertian: dokumen tertulis yang dibuat wirausaha mengenai rencana usaha secara rinci yang baru akan dilaksanakan, menggambarkan unsur-unsur relevan, baik secara internal maupun eksternal mengenai perusahaan untuk memulai suatu usaha, menngugkapkan daya tarik dan harapan sebuah usaha kepada penyandang dana potensial
2) Mempersiapkan penyusunan:
Ø  Mencari informasi untuk menetapkan jenis-jenis usaha yang cocok dan menguntungkan
Ø  Memiliki pengetahuan usaha
Ø  Mempertimbangkan permodalan yang dimiliki
Ø  Mengevaluasi berbagai pilihan jenis usaha yang paling sesuai dan menguntungkan
Ø  Mengeliminasi kegagalan usaha
3) Tujuan penyusunan:
Ø  Merupakan inisiatif membuka usaha
Ø  Menjamin fokus tujuan dari berbagai personil yang ada dalam perusahaan
Ø  Untuk mendeteksi secara cermat besarnya tingkat keberhasilan usaha
4) Manfaat:
Ø  Memberikan informasi potensi dasar dan perkiraan market share yang mungkin diraih
Ø  Memberikan informasi sumber-sumber keuangan yang jelas dengan evaluasinya
Ø  Untuk mengidentifikasi resiko kritis guna mengantisipasinya
Ø  Memberi gambaran kemampuan wirausahawan dalam memenuhi kewajibannya dalam mengelola usaha, melalui aspek finansial yang tertuang dalam proposal usaha
5) Petunjuk penyusunan:
Ø  Menetapkan jenis usaha yang diinginkan
Ø  Mentapkan produk yang akan digunakan
Ø  Menentukan aspek pemasaran produk
Ø  Menentukan aspek penjualan produk
Ø  Menetapkan aspek organisasi dan manajemen
Ø  Menetapkan aspek yuridis
Ø  Menetapkan aspek keuangan
Ø  Menetapkan aspek kebijakan pemerintah
Ø  Mempelajari aspek AMDAL
6) Kerangka proposal:
Ø  Kata pengantar: mengutarakan tujuan usaha, manafaat usaha secara umum dan secara ekonomis
Ø  Umum: mengutarakan nama perusahaan, pemilik perusahaan, bentiuk perusahaan, bidang usaha, tempat kedudukan, dan jumlah tenaga kerja
Ø  Aspek produk yang akan dibuat: mengutarakan jenis barang yang dibuat, banyaknya barang yang akan dibuat, profil para konsumen yang akan dituju
Ø  Aspek pemasaran produk: memuat tentang jasa/produk yang akan dipasarkan, dapat dikuasai, pasar yang direncanakan, penetapan harga produk, distribusi yang akan dilakukan, strategi promosi, dan sistem penjualan produk
Ø  Aspek teknis: memuat tentang rencana display untuk kantor, toko, pasar, butik, supplier, daerah lokasi, IMB, kebutuhan tenaga kerja, peralatan kerja, bahan baku, dan jadwal mulai usaha
Ø  Aspek organisasi dan manajemen: memuat tentang jenis dan volume pekerjaan, struktur organisasi, pembagian pekerjaan, sistem balas jasa, dan pembinaan personil
Ø  Aspek yuridis: memuat tentang akte pendirian, AD dan ART, tata tertib, keselamatan kerja, AMDAL, status kepemilikan usaha, bentuk badan usaha, dan izin usaha
Ø  Aspek administrasi: memuat tentang tata usaha dan personalia, pemasaran produk, keuangan atau permodalan, dan bahan arus dokukmen
Ø  Aspek keuangan: memuat tentang sumber modal atau investasi
Hal2 lainnya yang dipandang perlu, seperti modal kerja setiap periode

Kunci keberhasilan usaha
Faktor-faktor pendukung keberhasilan usaha adalah:
a.         Faktor manusia:
Manusia sebagai makhluk yang berakal dan bersifat sosial, maka ia sangat terlibat di dalam kegiatan berwirausaha untuk memperoleh keuntungan yang diharapkannya. Betapapun canggihnya teknologi, jika manusianya malas, bodoh, apatis, dan tidak mempunyai semangat untuk maju, maka sudah barang tentu segala kegiatan usahanya akan menemui kegagalan.

b.         Faktor keuangan
Agar mampu bertahan dan berkembang, seorang wirausahawan harus dapat mengelola keuangan secara ketat dan disiplin. Wirausahawan harus mengetahui dan mampu menerapkan pedoman dasar dalam mengurus keuangan, yaitu dengan adanya pembukuan dan administrasi yang rapi, teliti, dan tepat.

c.         Faktor organisasi
Sasarannya adalah untuk memdapatkan bentuk kerja sama yang berguna bagi perusahaan. Sedangkan tujuannya adalah untuk meningkatkan pemasaranproduk yang jauh lebih efektif dan efisien dengan hasil yang memuaskan. Sehingga sumber daya akan masuk ke dalam suatu pola, dan dapat bekerjasama secara berdaya guna dan berhasil guna untuk mencapai suatu tujuan.
d.        Faktor perencanaan
Merupakan alat pengawasan dan alat pengendalian. Fungsi perencanaan usaha meliputi perumusan maksud berwirausaha, yang ditunjukkan dalam bentuk sasaran yang akan dicapai. Dasar utama dalam perencanaan usaha adalah memiliki gambaran yang jelas mengenai produk-produk yang akan ditawarkan atau dipasarkan kepada konsumen.
Tujuan perencanaan usaha:
Ø  Mendorong cara berfikir seorang wirausahawan jauh kedepan
Ø  Mengkoordinasi kegiatan usaha
Ø  Mengawasi kegiatan-kegiatan usaha
Ø  Merumuskan tujuan usaha yang akan dicapai

e.          Faktor mengatur usaha
Seorang wirausahawan yang mengelola usahanya dengan baik selalu berhubungan dengan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan pengendalian usaha. Pada umumnya, seorang wirausahawan yang sudah berpengalaman dapat menghindari masalah-masalah atau hal-hal yang banyak merugikan perusahaannya. Oleh sebab itu, pengalaman berwirausaha sangat penting karena wirausahawan yang bersangkutan akan dapat bekerja lebih giat, lebih efisien, dan lebih efektif daripada perusahaan yang baru didirikan.

f.          Faktor pemasaran
Faktor pemasaran produk perusahaan dapat ditinjau, sebagai berikut:
Ø  Daya serap dan prospeknya
Ø  Kondisi pemasaran dan prospeknya
Ø  Program pemasarannya

g.         Faktor administrasi
Bisnis atau usaha apapun akan dijalankan oleh seorang wirausahawan, perlu sekali mancatat kejadian-kejadian dalam kegiatan usahanya. Seorang wirausahawan yang berhasil di dalam usahanya adalah yang selalu mencatat dan mendokumentasikan segala kejadian usahanya, yang berkaitan dengan masalah administrasi.


h.         Faktor fasilitas pemerintah
Fasilitas pemerintah, khususnya pemerintah daerah sangat diperlukan. Fasilitas yang diperlukan itu berupa pemberian bantuan modal, bantuan kemudahan dalam mengurus izin usaha, dsb.
Beberapa fasilitas yang diberikan pemerintah kepada wirausahawan yang mengelola usaha kecil, al:
Ø  Keringanan membayar pajak
Ø  Kemudahan dalam memberikan izin usaha
Ø  Memberikan keringanan dalam tarif prasarana usaha
Ø  Memberikan kemudahan dalam pendanaan usaha
Ø  Membantu dalam penyebaran informasi pasar, teknologi, desain, dsb
Ø  Memberikan bantuan konsultasi hukum dan pembelaan dalam usaha

Ø  Membantu fasilitas listrik, bahan baku, jalan raya, pemasaran produk ke luar negeri, dsb. 

Selasa, 22 April 2014

Keuntungan Dan Kerugian Indonesia Memiliki Banyak Pulau

Kebetulan di kampus gue dapet tugas ngebahas tentang 'Keuntungan dan Kerugian Bangsa Indonesia Memiliki Banyak Pulau' ini gue share materinya, semoga bermanfaat :)



BAB  I
A.        LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan Negara yang sangat luas dan kaya. Indonesia tidak hanya memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga kebudayaan yang beraneka ragam. Dari segi geografis, negeri kita ini memiliki wilayah laut terluas (5,8 juta km2) dan jumlah pulau terbanyak (17.508 pulau). Panjang kepulauan Indonesia dari ujung ke ujungnya sama dengan jarak Dublin, Irlandia hingga Moskow, Rusia (Gambar 1). Panjang pantainya mencakup 81.000 km dan merupakan panjang pantai kedua di dunia setelah Canada, namun merupakan pantai tropis terpanjang di dunia. Bahkan, lautan Indonesiapun luasnya lebih besar daripada daratan Indonesia sendiri.

B. RUMUSAN MASALAH
Negara kepulauan artinya negara yang terdiri dari banyak pulau, dan laut menjadi bagian yang dominan atas daratan. Logikanya, laut bukanlah hal yang asing bagi penghuni negara kepulauan. Dimana laut menjadi sumber kehidupan. Pertumbuhan ekonomi berarti meningkatnya lapangan pekerjaan di sektor pertanian sebagai konsumsi pokok. Tetapi pemerintah belum memperhatikan maksimal perikanan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang harus dimanfaatkan juga. Sehingga nelayan selalu di strata sosial paling rendah. Bahkan, tsunami hanya sebagai resiko orang yang tinggal di pulau.
Jadi kami membahas apa yang menjadi masalah dan keuntungan dalam pemanfaatan bentuk Negara Republik Indonesia yang terdiri dari ke pulauan.


BAB II
PEMBAHASAN
MENINJAU BANYAKNYA PULAU DI INDONESIA SEBAGAI ASET NEGARA YANG DAPAT DIMANFAATKAN ATAUPUN MENJADI FAKTOR KESULITAN YANG DI HADAPI PEMERINTAH.

1.     KEUNTUNGAN PEMANFAATAN DALAM MENJADI NEGARA KEPULAUAN.

Negara kepulauan artinya negara yang terdiri dari banyak pulau, dan laut menjadi bagian yang dominan atas daratan. Logikanya, laut bukanlah hal yang asing bagi penghuni negara kepulauan. Dimana laut menjadi sumber kehidupan.

a.                  Kawasan Indonesia yang terdiri dari banyak pulau membuat Indonesia kaya akan budaya, karena terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dll. Selain itu juga akan timbul banyak bentukan alam seperti danau, gunung api, pantai, dan memiliki keanekaragaman berupa flora dan fauna, lebih banyak jumlah speciesnya dibandingkan dengan benua Afrika. Hal itu dapat memajukan dan pemanfaatan pariwisata Indonesia.

b.                 Karena terdiri dari banyak Pulau, maka Indonesia adalah Negara yang memiliki banyak hasil laut dan kelautan yang luas yang dapat dikelola oleh rakyat sebagai hasil laut dalam bentuk konsumsi pangan  atau cenderamata. Berbeda dengan Negara yang daratan yang mungkin tidak sama sekali mempunyai akses ke laut ataupun sumber daya laut sama sekali seperti Laos, kazakhtan, vatikan dll.

c.                  Karena Indonesia Negara bentuk dari kepulauan maka terdapat laut yang luas memberi akses untuk perdagangan lautan, dimana akses perdagangan melalui lautan ini memberikan banyak akses dari Exportir dan Importir seluruh manca Negara melewati perairan Indonesia baik itu untuk melanjutkan perdagangan ke Negara tetangga atau Indonesia sendiri. Kita ketahui bahwa perdagangan dengan ber container – container lah yang dapat di gerakkan oleh forwarder kapal laut daripada kurir melalui udara.

d.                 Karena Indonesia mempunya akses laut dari semua system perdagangan dan maritime perairan, bias dimanfaatkan untuk membuat tanjung – tanjung dermaga sebagai tempat beristirahat kapal – kapal dagang atau tangker dll ataupun tempat reparasi kapal tersebut sebagaimana bisa dimanfaatkan sebagai sumber ekonomi contoh : Pelabuhan domestic, pelabuhan internasional, pelabuhan kapal kontaner perdagangan, dan perusahaan – perusahaan reparasi kapal tongkang yang ada di pesisir pulau pulau Indonesia.

e.                  Karena letak pertemuan lempeng bumi dari Australia, samudra hindia  dan pasifik ini menciptakan kepulauan Indonesia memiliki sumber daya alam yang ada di perut bumi yang tidak terbarukan, jumlahnya melimpah di negeri ini. Potensi sumberdaya batubara dan hasil bumi lainnya di Indonesia  sangat melimpah. Potensi tersebut terutama berada di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batubara walaupun dalam jumlah kecil dan belum dapat ditentukan keekonomisannya, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua dan Sulawesi.

2.     KERUGIAN ATAUPUN KESULITAN YANG DIHADAPI DALAM MENJADI NEGARA KEPULAUAN

Pulau-pulau terluar biasanya adalah daerah terpencil, miskin bahkan tidak berpenduduk dan jauh dari perhatian pemerintah. Keberadaan pulau-pulau ini secara geografis sangatlah strategis, karena berdasarkan pulau inilah batas negara kita ditentukan. Pulau-pulau terluar itu layaknya seperti halaman dari sebuah rumah, apabila halamannya bagus mencerminkan dari keadaan rumah itu sendiri, begitupula sebaliknya. Pulau-pulau ini seharusnya mendapatkan perhatian dan pengawasan serius agar tidak menimbulkan permasalahan yang dapat menggangu keutuhan wilayah Indonesia, khususnya pulau yang terletak di wilayah perbatasan dengan negara negara yang tidak/belum memiliki kesepakatan (agreement) dengan Indonesia.
Ada beberapa kondisi yang membahayakan keutuhan wilayah jika terjadi pada pulau-pulau terluar,diantaranya:
1. Hilangnya pulau secara fisik akibat abrasi, tenggelam, atau karena kesengajaan  manusia.
2. Hilangnya pulau secara kepemilikan, akibat perubahan status kepemilikan akibat pemaksaan militer atau sebagai sebuah ketaatan pada keputusan hukum seperti yang terjadi pada kasus berpindahnya status kepemilikan Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan dari Indonesia keMalaysia
3. Hilang secara sosial dan ekonomi, akibat praktek ekonomi dan sosial dari masyarakat di pulau tersebut. Misalnya pulau yang secara turun temurun didiami oleh masyarakat dari negara lain.
Beberapa kelemahan yang diperoleh berdasarkan letak geografis kepulauan di Indonesia, antara lain sebagai berikut: 
a.       Dalam  hal perbatasan, Indonesia sangat lemah. Dikatakan demikian karena buktinya dalam mempertahankan beberapa pulau yang masuk perbatasan di wilayah Indonesia, seperti Pulau Sepadan dan Ligitan,yang diklaim/diakui dan diperebutkan oleh Malaysia, yang pada akhirnya berujung pada pengadilan hukum internasional, Indonesia kalah. Hasil yang didapat adalah Indonesia terpaksa merelakan pulau-pulau tersebut untuk Malaysia. Kedaulatan Negara Indonesia seperti dipermalukan oleh dunia internasional mengenai hal itu.
b.      Dengan banyaknya wilayah perbatasan Indonesia dengan negara lain di beberapa pulau di Indonesia, karena kurangnya kesadaran dan kepedulian di daerah perbatasan ataupun kesulitan yang masih harus dihadapi oleh pemerintah kita, akhirnya kondisi kehidupan di daerah perbatasan sangat miris dan ironis, berbeda dengan wilayah perbatasan negara lain yang berbatasan dengan wilayah Indonesia.
c.       Hilangnya pulau secara fisik akibat abrasi, tenggelam, atau karena kesengajaan manusia. Tanah di Indonesia mulai berkurang. Dikatakan demikian karena tanah di Indonesia mulai dikeruk untuk membangun kota di Singapura.Singapura adalah negara yang kecil, namun dalam jangka sepuluh tahun wilayahnya bertambah karena menimbun tanah untuk memperlebar wilayahnya dengan cara mengambil tanah dari pulau-pulau kecil di Indonesia.sehingga wilayah Indonesia menjadi berkurang.
d.       Kawasan Indonesia yang terdiri dari banyak pulau membuat. Masih banyak pula wilayah terpencil yang belum terjamah sarana pendidikan, kesehatan, dll akibat wilayah Indonesia yang luas dan terdiri atas banyak pulau yang sulit dijangkau oleh pemerintah baik pusat atau otoritas daerah terpencil.
e.       karena banyaknya pulau tersebut yang sulit dijangkau oleh Pemerintah, Aksi kejahatan di daerah pun tak tercium oleh hukum yang berlaku di Indonesia. Masih marak pula hukum adat di daerah yang tak beadab, seperti kebiasaan perang antar suku di Papua.
f.        Hilang secara sosial dan ekonomi, akibat praktek ekonomi dan sosial dari masyarakat di pulau tersebut. Misalnya pulau yang secara turun temurun didiami oleh masyarakat dari negara lain.
g.       Transportasi antar pulau juga tidak luput dari berbagai masalah yang mendera apalagi dipelosok-pelosok wilayah nusantara yang jauh dari Ibukota. salah satu contoh pulau di perairan Sulawesi Tengah,kendala transportasi menyebabkan sebagian besar hasil laut Bangkep sulit dipasarkan ke daerah lain oleh nelayan maupun pengusaha di Bangkep. Hasil tangkapan akhirnya dikuasai para tengkulak dari provinsi lain yang membeli ikan dari nelayan di tengah laut, oleh karena itu harga ikan kerapu terpaksa terjualseparuh harga dari harga aslinya yaitu Rp 20.000 per kilogram

h.       karna banyaknya akses perdagangan kelautan yang dimanfaatkan oleh perdagangan manca Negara, maka banyak produk Negara luar yang memasok ke Indonesia, dimana membudayakan penduduk sebagain konsumen daripada produsen itu sendiri, yang mengakibatkan kurangnya pemanfaatan sumber daya yang kita miliki.

i.        Dalam pengawasan banyaknya kepulauan di Indonesia membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, Lemahnya Alutsista (alat utama sistem persenjataan) militer, wawasan nusantara yang hanya sedikit dipahamai oleh sebagian warga Negara karena , dan ketidak konsekuensian dan minimnya perhatian pemerintah dalam hal kebijakan dan anggaran ketahanan nasional. Menyebabkan berbagai masalah pelik muncul diseputar batas-batas penguasaan wilayah Negara. Sehingga perlu sebuah kajian ulang akan sistem dan kebijakan yang di gunakan pemerintah dalam hal menangani kondisi ini.


Hasil survei geografi dan toponimi menunjukan Indonesia mempunyai 13.466 pulau, bukan 17.508 pulau yang selama ini diketahui. Jumlah tersebut didasarkan hasil survei dari tahun 2007 hingga 2010 oleh Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi (Timnas PNR). Dan hasilnya telah dilaporkan kepada United Nations Group of Expert on Geograpichal Names (UNGEGN).
Berdasarkan inventarisasi yang telah dilakukan oleh DISHIDROS TNI AL, terdapat 92 pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Diantara 92 pulau terluar ini, ada 12 pulau yang harus mendapatkan perhatian serius dintaranya:
1.     Pulau Rondo
Pulau Rondo terletak di ujung barat laut Propinsi Nangro Aceh Darussalam (NAD). Disini terdapat Titik dasar TD 177. Pulau ini adalah pulau terluar di sebelah barat wilayah Indonesia yang berbatasan dengan perairan India.

2. Pulau Berhala
Pulau Berhala terletak di perairan timur Sumatera Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di tempat ini terdapat Titik Dasar TD 184. Pulau ini menjadi sangat penting karena menjadi pulau terluar Indonesia di Selat Malaka, salah satu selat yang sangat ramai karena merupakan jalur pelayaran internasional.
3. Pulau Nipa
Pulau Nipa adalah salah satu pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura. Secara Administratif pulau ini masuk kedalam wilayah Kelurahan Pemping Kecamatan Belakang Padang Kota Batam Propinsi Kepulauan Riau. Pulau Nipa ini tiba tiba menjadi terkenal karena beredarnya isu mengenai hilangnya/ tenggelamnya pulau ini atau hilangnya titik dasar yang ada di pulau tersebut. Hal ini memicu anggapan bahwa luas wilayah Indonesia semakin sempit.
Pada kenyataanya, Pulau Nipa memang mengalami abrasi serius akibat penambangan pasir laut di sekitarnya. Pasir pasir ini kemudian dijual untuk reklamasi pantai Singapura. Kondisi pulau yang berada di Selat Philip serta berbatasan langsung dengan Singapura disebelah utaranya ini sangat rawan dan memprihatinkan.
Pada saat air pasang maka wilayah Pulau Nipa hanya tediri dari Suar Nipa, beberapa pohon bakau dan tanggul yang menahan terjadinya abrasi. Pulau Nipa merupakan batas laut antara Indonesia dan Singapura sejak 1973, dimana terdapat Titik Referensi (TR 190) yang menjadi dasar pengukuran dan penentuan media line antara Indonesia dan Singapura. Hilangnya titik referensi ini dikhawatirkan akan menggeser batas wilayah NKRI. Pemerintah melalui DISHIDROS TNI baru-baru ini telah mennam 1000 pohon bakau, melakukan reklamasi dan telah melakukan pemetaan ulang di pulau ini, termasuk pemindahan Suar Nipa (yang dulunya tergenang air) ke tempat yang lebih tinggi.

4. Pulau Sekatung
Pulau ini merupakan pulau terluar Propinsi Kepulauan Riau di sebelah utara dan berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 030 yang menjadi Titik Dasar dalam pengukuran dan penetapan batas Indonesia dengan Vietnam.
5. Pulau Marore
Pulau ini terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 055.
6. Pulau Miangas
Pulau ini terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Pulau Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 056.
7. Pulau Fani
Pulau ini terletak Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara kepulauanPalau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 066.
8. Pulau Fanildo
Pulau ini terletak di Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara kepulauanPalau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 072.
9. Pulau Bras
Pulau ini terletak di Kepulauan Asia, Barat Laut Kepala Burung Propinsi Irian Jaya Barat, berbatasan langsung dengan Negara Kepualuan Palau. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 072A.
10. Pulau Batek
Pulau ini terletak di Selat Ombai, Di pantai utara Nusa Tenggara Timur dan Oecussi Timor Leste. Dari Data yang penulis pegang, di pulau ini belum ada Titik Dasar

11. Pulau Marampit
Pulau ini terletak di bagian utara Propinsi Sulawesi Utara, berbatasan langsung dengan Pulau Mindanau Filipina. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 057.
12. Pulau Dana
Pulau ini terletak di bagian selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan langsung dengan Pulau Karang Ashmore Australia. Di pulau ini terdapat Titik Dasar TD 121



BAB III
KESIMPULAN
Bagaimanapun setiap sumber daya yang dimiliki Indonesia berupa banyaknya pulau ini, peran Rakyat sebagai user/pelaku ekonomi dan social yang mengelola kekayaan ini sangat di butuhkan dalam segala aspek baik itu melestarikan pemanfaatan sumber dayanya yang menguntungkan, ataupun berperan penting dalam memperbaiki kerugian yang dimiliki bangsa kita sebagai pemilik pulau terbanyak agar menjadi lebih baiklagi dalam pemanfaatan wawasan nusantara Republik Indonesia.
Berbagai pemanfaatan kearifan lokal bukannya sama sekali belum dilakukan. Namun, kita masih menganut budaya gengsi dan kurang percaya diri untuk mengubah dunia melalui kekayaan negeri. Paradigma berpikir masyarakat bahwa produk negara lain lebih bagus menciptakan stagnasi industri dalam negeri dan segala teknologi yang seharusnya mendukungnya
Mahasiswa sebagai komponen yang dekat dengan masyarakat sebaiknya dapat melakukan pencerdasan mengenai kepulauan. Mahasiswa dapat melakukan gerakan-gerakan perlindungan ketahanan pulau nasional, misalnya dengan membuat gerakan “kenali pulau ku”. Mahasiswa juga dapat membantu perubahan image pariwisata lokal seperti pantai menjadi kawasan wisata yang lebih terangkat. Tidak hanya itu, mahasiswa sebagai komponen yang netral juga dapat mensosialisasikan kelebihan dan kekayaan berbagai macam hasil laut pada masyarakat. Belajar mendalami tentang kepulauan indonesia dan mengamalkannya saat lulus nanti dengan menjadi entrepreneur bidang maritim atau kelautan.



DAFTAR PUSTAKA


Makalah Harga Bahan Baku Pangan


Semester ini gue udah dapet tugas rempong, buat makalah tentang harga periode januari - maret di toko terdekat dari rumah gue. Dih malesin sih sebenernya tapi berhubung gue itu jago banget yang namanya ngarang bebas mempertemukan kata kata sehingga menjadi paduan kalimat yang enak dibaca indah untuk di baca jadi ya OK FIKS gue kerjain ( walau tiga minggu setelah dosen ngasih tugas baru gue gerak ke toko belakang rumah).
Nah setelah kurang lebih dua jaman gue mikir keras jadi juga itu makalah yang tak seberapa, nih gue post hasil ngarang bebas observasi dan pemikiran gue. 



Klasifikasi Perangkat Lunak ( SOFTWARE )

Dalam postingan kali ini gue bakal ngebahas tentang klasifikasi perangkat lunak atau software, nah ini kemaren masuk dalam soal UTS gue, yg gue jawab alakadarnya waktu itu, secara gue jurusan apa keluar soalnya beginian ya alhasil minta pertolongan si 'mbah google' lah dan saat itu juga smartphone berbicara, jadi yg HP-nya enggak smart sabar aja mau ngejawab apah ( FYI, di kampus gue sinyal pada dimakan capung ). Ini materi yang bakal gue post juga hasil pemikiran gue setelah keluar masuk pustaka browsing di google hehe 


Perangkat lunak atau software dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam yaitu:


  • Sistem Operasi (Operating System)
  • Program Aplikasi (Application Programs)
  • Bahasa Pemrograman (Programming Language)
  • Program Bantu (Utility)
  1. Sisitem Operasi ( Operating System)
    Sistem opersi yaitu program yang berfungsi untuk mengendalikan sisitem kerja yang mendasar sehingga mengatur kerja media input, output, tabel pengkodean, memori, penjadwalan prosesor, dan lain-lain. Sistem operasi berfungsi sebagai penghubung antar manusia (User) dengan perangakat keras (Hardware) dan perangkat lunak(Software) yang digunakan. Adapun fungsi utama sistem operasi adalah :
  • Menyimapan program dan aksesnya.
  • Membagi tugas didalam CPU.
  • Mengalokasikan tugaas-tugas penting.
  • Merekam sumber-sumbeer data.
  • Mengatur memori sistem termasuk penyimpanan, menghapus dan menadapatkan data.
  • Memeriksa kesalahan sistem.
  • Multitugas pada OS, Windows98, Windows XP, Windows 7.
  • Memelihara keamanan sistem, khusus pada jaringan yang membutuhkan kata sandi(password) dan penggunaan ID. Contoh sistem operasi, misalnya: Disk Operating System(DOS), Microsoft Windows, Linux, dan Unix.
     2.  Program Aplikasi (Aplicaton Programs)
   Proram aplikasi adalah perangkat lunak yang dirancang khusus untuk kebutuhan tertentu, misalnya program pengolah kata, pengolah lembar kerja, program presentasi, design grafis, dan lain-lain.
 
 3. Bahasa Pemrograman (Programing Utility)

    Perangkat lunak bahasa yaitu program yang di gunakan untuk menerjemahkan instruksi-intruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke bahasa mesin dengan aturan atau prosedur tertentu, agar di terima oleh komputer. Ada 3 level bahasa pemrograman, yaitu:
  • Bahasa tingkat rendah (Low Level Language) 
          Bahasa ini di sebut juga bahsa mesin (Assembler), dimana pengkodean bahasanya menggunakan kode angka 0 dan 1.
  • Bahasa tingkat tinggi(High Level Language)
       Bahasa ini termasuk dalam bahasa pemrogramana yang mudah di pelajari oleh pengguna komputer karena menggunakan bahasa inggris. Contohnya: BASIC, COBOL, PASCAL, FORTRAN.
  • Bahasa generasi keempat (4 GL)
          Bahasa pemrograman 4 GL (Fourth Generation Language) merupakan bahasa yang beroreintasi pada objek yang disebut Object Oriented Programming (OOP). Contohnya: Visual Basic, Delphi, Visual C++.

     4. Program Bantu (Utility)

         Perangkat lunak yang berfungsi sebagai aplikasi pembantu dalam kegiatan yang ada hubungannya dengan komputer, serta merupakan perangkat lunak sistem dengan fungsi tertentu, misalnya memformat flashdisk, mengkopi data, mengkompres file dan pemeriksaan keras (Hardware Troubleshooting), mengatur isi ulang hardisk (partisi, defrag) dan lain-lain. Contohnya: Norton Utility, Antivirus, Winrar.

Semoga bermanfaat ;)