Tampilkan postingan dengan label oka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label oka. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Mei 2014

Sebuah Renungan Tentang Kode - Oka



Ya, selamat pagi kamu-kamu yang ngga lelah ngasih kode, ngga tau deh dipekain atau ngga.

Nah, Kali ini gue mau ngomongin soal perkodean, cewek cewek pasti akrab banget nih sama yang namanya kode.

Kode itu selalu dikait-kaitkan dengan peka atau ngga peka.

Sebenernya dari masalah ini, banyak yang bisa kita obrolin.

Sebelum kamu ngejudge seorang cowok itu ngga peka lah atau ngga peduli lah, kamu harus evaluasi dulu, masalahnya adalah kode yang kamu kasih itu dapat dimengerti ngga sama dia? jangan jangan kode dari kamu aja yang terlalu rumit, mungkin aja kan? Belum lagi, kode yang kamu gunain itu sepakat ngga? atau sama ngga sama kode yang coba dia terjemahin?

Misalnya kamu ngasih kode dalam bentuk kode morse, tapi si cowok ngertinya cuma tentang kode semapur, sampe kapan pun ngga ketemu. kaya sekarang gini, ngga akan ketemu kan? sampe kapan pun.

Nah terus, ada beberapa kemungkinan.

Ada mungkin di kamu yang merasa, “Aku udah ngasih kode kak, tapi dia sebenernya udah tau, tapi dia diem aja gitu, pura pura”. 

Nah kalau masalah ini, ada banyak kemungkinan juga, kalau menurut teori gua, kalau misalnya cewek udah ngasih kode, terus cowoknya diem aja atau ngga nanggepin itu ada berapa kemungkinanan:
Satu, dia emang ngga peka.
Dua, dia ngga peduli.
Yang ketiga, dia ngga peka, dia juga ngga peduli.

Ada satu lagi, yap yang ke empat, dia sebenernya peka, cuma dia ngga suka sama kamu. makanya di diemin aja, ya kan kamu ngasihnya kode, ngga mungkin dong dia tiba tiba nanggepin gitu, “eh cewek gua ngga suka sama lu, lu ngga usah ngasih kode ama gua lagi”, kan ngga mungkin. Kalau kode ya pastinya dibales dengan kode juga dong.

Masalahnya adalah, kamu tau ngga bahwa diemnya dia itu adalah kode buat kamu. bahwa dia ngga suka sama kamu, kamu peka ngga? katanya cewek cewek peka, yaudah gitu aja sih.

Coba dipikirin lagi ya, dipikirin lagi, jadi sebenernya siapa yang ngga peka, ok? 

Sambil kalian mikir, gua mau ngasih sedikit pendapat gua, khususnya buat cewek cewek yang ngasih kode.

Mungkin cewek-cewek udah pada cape ngasih kode ke cowok, ngga dipekain atau ngga dipeduliin, segala macem. 

Tapi menurut gua, cewek itu harus memperahankan metode kode ini, kenapa? karna biar cowok cowok penasaran.

Terus biar memancing inisiatif dari cowok juga, kenapa? karna biar cowok-cowok jadi yang gentle.

Cowok yang gentle itu, cowok yang punya inisiatif, cowok yang lembut, cowok yang ngga membiarkan ceweknya menunggu.

Nah selamat mencoba

Jumat, 14 Februari 2014

Jatuh Cinta Diam - Diam - Oka

Duduk. Dan berpikirlah.
“Aku yang lebih sayang sama kamu dibanding dia!”
Kalimat itu bukanlah sebuah persoalan, karena besar atau tidaknya sebuah sayang tidak akan berarti apa-apa kalau semua itu cuma dipendam.
Memendam perasaan bukan cara yang bagus untuk menunjukkan seberapa besar sayangnya kamu untuknya.
Risiko terbesar memendam perasaan adalah melihat dia dimiliki seseorang yang sayangnya tidak sebesar sayangmu.
Mau sayangmu lebih besar dari sayangnya, atau biarpun kamu yang lebih dahulu jatuh cinta padanya, semuanya sia-sia jika hanya dipendam.
Kamu boleh bangga punya sayang lebih besar atau lebih dulu jatuh cinta padanya, tapi pemenangnya tetap mereka yang mengungkapkan.
“Memendam perasaan” adalah makhluk yang akan menggerogoti hati sendiri… sampai habis. Tak bersisa.
Memendam perasaan adalah bom waktu. Tinggal tunggu, meledak menjadi ungkapan perasaan, atau menjadi ledakan tangisan.
Memendam perasaan karena takut jika mengungkapkan malah membuat jauh? Justru dengan memendam, kamu menjauhkan hati kamu, dengan hatinya.
Mereka yang sayangnya lebih besar tapi dipendam, terduduk di pojok hati penuh ruang. Mereka yang mengungkapkan, tersenyum menang.
Perasaan. Semakin dipendam, semakin tenggelam. Dalam diam.
Pada akhirnya, sayang yang lebih besar, cinta yg lebih dulu ada, tak ada apa-apanya jika dibandingkan rasa yang diungkapkan.
Untuk kamu yang memendam perasaan, selamat menunggu… selamanya.

Diam, katanya emas. Jika memang begitu, harusnya orang yang jatuh cinta diam-diam praktis menjadi orang terkaya di dunia. Aku tahu! Mengapa jatuh cinta diam-diam tak kunjung membuat pelakunya kaya? Karena ‘emas’ yang di dapat karena diamnya habis digerogoti rasa penasaran dan kelelahan menebak-nebak.
Sesungguhnya benak orang yang jatuh cinta diam-diam adalah benak yang paling cerewet. Dalam pikirannya, orang yang jatuh cinta diam-diam akan terus berceloteh, bertanya, dan lagi, menebak. Mungkin terlihat tak ada lelahnya. Tetapi sebenarnya tak ada yang pernah menginginkan itu, hanya saja tak ada yang kuasa ketika itu menimpa dirinya.
Pertanyaan demi pertanyaan terus saja menghiasi pikiran. Aku, juga pernah jatuh cinta diam-diam. Kurang atau lebihnya, aku selalu bertanya.
“Apakah dia tahu kalau aku sering memandanginya bahkan ketika dia melakukan aktivitas sekecil apa pun?”
“Apa dia pernah melihatku, menyadari keberadaanku? Atau aku begitu tak nyata?”
“Pernahkah sedikit saja terlintas dalam pikirannya tentang aku?”
“Mengapa dia mengenakan baju dengan warna seperti warna kesukaanku?”
“Mengapa dia menyanyikan lagu favoritku di lorong kelas tadi?”
“Ah, bagaimana bisa dia bercerita ke temannya baru saja menonton film yang sudah berkali-kali aku tonton karena aku sungguh menyukainya?”
“Apakah dia punya perasaan yang sama denganku?”

Aku sering merenung, khususnya di malam hari. Tak mengerti mengapa hubungan antara satu manusia dengan manusia lain bisa begitu rumit, atau dibuat rumit oleh manusia itu sendiri? Entah.
Setahuku, komunikasi bisa meluruskan semuanya, menghilangkan penasaran, menghentikan kamu menebak-nebak. Bicara, dan kamu akan berhenti untuk lelah.
Karena orang yang jatuh cinta diam-diam, cintanya juga bisa berbalas. Balasan berupa penerimaan diam-diam, penolakan diam-diam, atau mungkin diabaikan diam-diam.

Sabtu, 14 Desember 2013

Sepi Yang Tak Kunjung Sepi - Oka


Perasaan aku ini aneh, aku mengharapkan kamu tapi ngga bisa berbuat apa-apa, aku ingin marah, ketika kamu bersama dia, tapi ngga mungkin, aku cemburu sama kamu, tapi aku bukan siapa-siapa, kamu mungkin ngga tau semua yang aku habiskan demi bisa sama kamu,bahkan hanya untuk melihat kamu,
harapan yang aku tanam ini sebanding dengan jarak yang aku tempuh untuk mengejar kamu dikalikan dengan jarak kamu mengejar dia, aku sempat memutusan untuk menanggalkan tapi ngga meninggalkan rasa ini, tapi di waktu yang sama pula, kamu selalu saja muncul, ketika aku merasakan rasa itu ada lagi, kamu malah pergi lagi, aku harap aku tau apa yang sedang aku alami, aku ngga tau mau kamu apa, dan ketika hujan turun membasahi bumi, semua tetesannya terasa hanya 1% air dan 99% kesepian, hujan yang datang beramai-ramai ini akhirnya hanya membuatku terdiam dalam sepi dan seiring berhentinya tetesan itu, sepi ini tak kunjung pergi ..

Bukan Seandainya Dia Tahu - Oka



Pernah ngga sih, kamu sebelum tidur mandangin langit-langit kamar?
Tapi kali ini bukan sambil senyum-senyum sendiri,
tapi sambil menatap nanar dan menerawang,
ngebayangin semua kejadian demi kejadian yang kamu lewatin bareng dia,iya dia yang paling berharga buat kamu, tapi ternyata kamu ngga seberharga itu buat dia,rasanya kamu pasti pengen teriak di depan dia,
biar dia sadar biar dia mikir, tapi ngga bisa, yang bisa kamu lakuin cuma nunggu, nunggu dia peka, nunggu dia sadar.
Lalu timbul pertanyaan besar yang terus berputar dibenak kamu sekarang,Dia ngga peka atau ngga peduli??
Dia ngga punya otak atau ngga punya hati??Kamu ngga pernah berharap dia salah satu dari itu, tapi kenyataannya dia bisa aja keduanya,
ngga peka dan ngga peduli

Ngga kerasa air mata menetes, kamu masih menerawang ke langit-langit kamar, mungkin sambil berharap keajaibain datangNgga apa keajaiban itu nggak menghampiri kamu, tapi minimal bisa menghampiri dia,supaya dia sadar betapa besar cinta kamu ke dia

tapi biar kamu tersakiti sampe segininya dan dia ngga peduli sampe segitunya,
kamu bisa apa?
kamu tetep ngga bisa kemana-mana kan?
cinta itu ngga bisa kemana-mana lagi kan?keinginan move on selalu ada tapi dia terlalu berharga kan?

Ah seandainya dia tau sedang dicinta sebegitu besarnya, mungkin..Entahlah, sebaiknya ngga perlu berandai-andai,Jadi bukan seandainya dia tau tapi harusnya dia tau ..